Aguero Dirumorkan ke Madrid, Banyak Pengamat Memberikan Statement

Manchester City's Sergio Aguero celebrates scoring a penalty during their English Premier League soccer match against Tottenham Hotspur at the Etihad Stadium in Manchester

Aguero dirumorkan ke Madrid pada musim depan. Entah dari mana asalnya rumor ini berhembus, tetapi patut diselidiki apakah benar atau tidak. Hal itu dikarenakan Sergio Aguero pada musim ini masih berseragam biru-biru khas Manchester City. Pemain asal Argentina ini menjadi ujung tombak The Citizens karena begitu tangguhnya di lini depan. Ketajamannya bahkan dinobatkan sebagai top skorer di Premier League musim 2014/2015 dengan perolehan 26 gol. Prestasi yang didapatkan Aguero begitu hebat, sehingga sangat tidak mungkin jika City ingin melepasnya musim depan. Namun demikian, bukan tidak mungkin Aguero dilepas City ke Santiago Bernabeu, tetapi dengan tujuan yang berbeda. Misalnya, ingin mendapatkan pemain Real Madrid untuk dijadikan barter dan diboyong ke Etihad Stadium. Semua kemungkinan tersebut bisa terwujud, hanya belum pasti benar tidaknya sebelum pihak City atau Madrid sendiri yang mengkonfirmasi. Jika kondisinya seperti itu, Aguero sebagai salah satu ujung tombak skuad City tentu harus dicari penggantinya. Manajemen City dalam hal ini sang pelatih Manuel Pellegrini perlu mendatangkan minimal seorang striker dengan kemampuan seperti Aguero untuk menggantikan posisi pemain timnas Argentina tersebut. Para fans The Citizens pun mungkin tidak akan rela kehilangan seorang pemain kebanggaannya tersebut karena sudah terlalu lama mendiami Etihad. Selain itu, performa Aguero yang masih bagus sebagai seorang striker papan atas dunia.

Hingga sampai ke tanah Spanyol

Pemberitaan mengenai Aguero dirumorkan ke Madrid juga sampai ke Spanyol. Beberapa pengamat La Liga menyempaikan belum diketahui dan dikonfirmasi secara pasti terkait kepindahan Aguero ke Santiago Bernabeu. Namun demikian, mereka meyakini jika ternyata rumor ini benar, akan ada skenario besar dalam skuad Los Blancos yang ingin merombak sebagian besar skuad intinya. Sementara itu, nama Aguero bisa saja dimasukkan dalam skenario yang digagas oleh manajemen Madrid melalui tangan Rafael Benitez, selaku pelatih Real Madrid yang baru saja dikontrak untuk tiga tahun ke depan. Namun demikian, ada pertanyaan besar yang ada di benak para pengamat La Liga. Pasalnya, jika Aguero didatangkan ke Santiago Bernabeu, dia akan menggantikan posisinya siapa.

Beberapa prediksi akhirnya muncul di permukaan bahwa Aguero akan menggantikan posisi Gareth Bale yang sudah lama diisukan akan segera dijual pada jendela transfer musim panas ini. Beberapa klub Premier League, seperti Manchester United dan Manchester City disangkutpautkan dengan hengkangnya Bale dari Madrid. Selain Bale, ternyata ada juga yang memprediksi bahwa Aguero didatangkan ke Los Blancos untuk menggantikan posisi mega bintangnya, yaitu Christiano Ronaldo. Tentu saja prediksi semacam ini mengagetkan banyak pihak dikerenakan CR7 sepertinya masih santai dan menikmati petualangannya di La Liga Spanyol bersama Real Madrid. Hanya pada pertengahan musim ini memang Ronaldo sempat dibuat kecewa dengan ulah para Madridista atau fans fanatik Madrid yang sering mencemoohnya saat pertandingan atau di luar lapangan. Fans melakukan itu karena menganggap Ronaldo musim ini tidak bisa diandalkan sebagai bomber kelas atas dunia.

Aguero tetap santai menanggapinya

Meskipun rumor tentang dirinya sudah menyebar luas, tetapi Aguero tidak memusingkannya. Dia juga tidak memberikan komentar penting terkait rumor tersebut. Apa yang dia lakukan saat ini adalah menikmati rehat di akhir musim sambil liburan, atau melakukan pertandingan pra musim yang sifatnya lebih santai bersama rekan-rekannya satu tim di Manchester City. Dengan begitu, dirinya tidak akan terpengaruh tentang Aguero dirumorkan ke Madrid.

This entry was posted on June 12, 2015.

AS Roma Gelontorkan Dana 50 Juta Euro untuk Beli Remires

AS Roma Gelontorkan Dana 50 Juta Euro untuk Beli Remires

Remires akan melengkapi kebutuhan gelandang yang diperlukan oleh tim yang ada di Liga Italia. AS Roma mengaku akan mendapatkan jasa dari pemain yang satu ini. Remires memiliki pengalaman dalam bermain di beberapa tim yang terbaik sebelumnya. Tim yang akan mendapatkannya tersebut berencana akan menggelontorkan dana sebesar 50 Juta Euro untuk beli Remires.  Dengan adanya pemain yang satu ini, tentu saja diharapkan adanya perubahan yang cukup bagus bagi klub tersebut. Remires memiliki sebuah permainan yang hebat dan istimewa. “Saya yakin bahwa dia akan menjadi kandidat yang tepat untuk mengisi posisi gelandang yang sangat dibutuhkan oleh AS Roma saat ini. Klub kami membutuhkan gelandang yang tepat dan terbaik. Dengan adanya permainan yang hebat tersebut maka sudah pasti kami akan menjadi lebih kuat lagi,” ujar pelatih AS Roma kepada awak media.

Sejatinya, pemain ini memang memiliki potensi yang sangat luar biasa dalam berkancah di Liga Premier. Memiliki jasa dari pemain yang satu ini tentu saja akan memberikan sebuah potensi yang sangat luar biasa. Tidak hanya itu saja, Remires merupakan sosok pemain yang sangat hebat dengan banyaknya prestasi yang sangat luar biasa baginya. Remires juga dikabarkan akan mencoba untuk bermain dengan klub AS Roma di bulan Feburari 2015 ini. “Saya mungkin akan merencanakan untuk pindah ke klub AS Roma bulan ini. Saya masih mempersiapkan diri dalam mengusung kepindahan saya nanti. Saya juga sudah membicarakan hal ini dengan pelatih dan dia menyambut positif keinginan saya untuk pindah.

Pelatih pemilik Remires memang tak mempersulit pemain ini untuk pindah ke AS Roma. “Setiap pelatih harus siap dengan kepindahan dari salah satu pemain terbaiknya ke klub lain. Bagi saya hal tersebut sudah biasa. Dia sebetulnya adalah kandidat yang tepat bagi klub kami, akan tetapi saya harus mengakui bahwa pada kenyataanya dia memang merupakan pemain yang sangat luar biasa. Dia adalah sosok yang akan mampu memberikan banyak hal yang istimewa kepada kami,” kata sang pelatih. “Namun, dia kini telah mendapatkan kompetensi yang baik dengan tawaran dari AS Roma. sbobet Itu terserah dia karena bagaimanapun juga uang dari AS Roma adalah uangnya juga. Saya hanya berharap dia akan mampu menjadi pemain yang terbaik.”

Remires mempunyai banyak sekali talenta yang sangat luar biasa. Ditambah lagi, dengan adanya keunggulan yang dimiliki oleh pemain yang satu ini tentu saja dirinya juga akan mampu untuk membuat banyak perubahan yang sangat istimewa. Tinggal menunggu waktu saja sampai akhirnya pemain yang satu ini akan mampu mendapatkan yang terbaik. “Remires merupakan pemain yang sangat tepat dimainkan sebagai gelandang AS Roma. Kami ingin meningkatkan daya gedor kami dalam hal penyerangan. Dengan memberikan prestasi yang bagus dalam hal memberikan yang terbaik, kami yakin dia akan mampu mendapatkannya,” kata pengamat sepak bola.

Remires juga adalah sosok pemain yang sangat tepat untuk membela tim yang satu ini menjadi lebih baik lagi. “Saya akan berusaha menjadi yang terbaik di Liga Eropa. Tentu saja saya akan mencobanya dengan bermain bersama klub AS Roma. Itu semua akan saya dapatkan dengan segera. Saya yakin akan bisa memberikan yang terbaik bagi mereka,” kata Remires lebih lanjut mengomentari mengenai kepindahannya.  Remires sudah pasti akan menjadi pemain yang sangat bisa diandalkan dengan bermain di AS Roma.

This entry was posted on March 16, 2015.

Rasisme Pemain Terus Warnai Sepakbola Eropa

25.Rasisme Pemain Terus Warnai Sepakbola Eropa

Rasisme dalam pertandingan sepakbola hingga kini masih merebak di laga kompetisi bola di Eropa. judi bola indonesia Di sejumlah pertandingan sepakbola, aksi rasisme kerapkali dilakukan oleh sejumlah pemain maupun supporter untuk membuat sejumlah pemain merasa tidak nyaman dan tentunya lewat aksi rasisme tersebut ditujukan agar pemain yang bersangkutan merasa grogi, tidak nyaman dan tidak bisa bermain secara optimal.

Di Inggris rasisme dalam pertandingan sepakbola, dimulai ketika pada era 1950-1960 serta tahun 1970, dimana pada tahun itu banyak masyarakat dari Afrika dan Asia yang hijrah ke negara tersebut. Diawali dari motivasi mencari hidup yang jauh lebih layak, masyarakat Afrika serta Asia yang gemar bermain bola pun memulai karir mereka sebagai pemain bola di negara Inggris. Menjadi pemain bola di Inggris dianggap menjadi sebuah pekerjaan yang layak, mengingat di negara ini memiliki kompetisi sepakbola yang terkenal, yakni Liga Inggris dan Premiership League.

Hanya saja, meski masyarakat Afrika dan Asia yang hijrah dari negara asalnya dan bermain bola di Inggris, lantas tidak langsung mendapatkan perlakukan yang sama dengan pemain bola asal Inggris maupun negara Eropa yang lain. Perbedaan warna kulit kerap menjadi alasan sejumlah pihak untuk melakukan penghinaan dan pembedaan perlakuan terhadap sejumlah pemain bola asal Afrika maupun Asia.

Rasisme dari Fanatisme Berlebihan

Namun disisi lain, rasisme yang terjadi dalam sepakbola ini jauh lebih didasari pada fanatisme pendukung terhadap klub atau kesebelasan yang mereka sayangi. Para pemain yang berkulit hitam ataupun yang berkulit sawo matang kerapkali mendapatkan cacian, hinaan oleh supporter tim lawan. Cacian dan hinaan ini ditujukan oleh supporter tim lawan agar para pemain yang berbeda warna kulit ini resah dan tidak bisa bermain optimal. Jika sudah demikian, hal ini pun juga akan sangat mempengaruhi permainan tim kesebelasan yang mereka bela.

Terkadang, seorang pemain sepakbola berkulit hitam dan berwarna kerap kali mendapat perlakuan rasisme dari pendukung tim mereka sendiri. Kondisi ini terjadi apabila mereka gagal memberikan kemenangan bagi tim yang dibelanya ataupun bila seorang pemain tersebut melakukan suatu kesalahan, seperti mendapatkan kartu merah atau melakukan gol bunuh diri.

Trauma menjadi salah satu alasan bagi masyarakat keturunan Tionghoa untuk tidak kembali menggeluti olahraga Sepakbola. Dahulunya ketika rezim orde baru masih berkuasa, banyak dari pemain sepakbola keturunan Tionghoa yang kerap mendapatkan diskriminasi saat bertanding di lapangan.

Di Inggris, aksi rasisme pernah dilakukan terhadap sejumlah pemain, Pada Oktober 2011, Luis Suarez, penyerang tim Liverpool pernah melontarkan kata-kata bernada rasis kepada pemain belakang Manchester United, Patrice Evra. Akibat tindakannya tersebut, Luis Suarez dinyatakan bersalah oleh FA dan mendapatkan hukuman tidak boleh bermain selama delapan laga.

Hal serupa juga pernah dilakukan kapten Chelsea, John Terry. Kala itu, John Terry dituduh mengucapkan kata-kata rasis kepada Anton Ferdinand ketika Chelsea bertemu Queens Park Rangers di Premier League, 2011 lalu.

Aksi Rasisme Juventini, Juventus Kena Denda Ratusan Juta

Aksi rasisme terhadap sejumlah pemain bola kulit hitam pun, juga terjadi di Italia. Dalam laga Serie A, sejumlah Juventini (sebutan fans Juventus) melakukan aksi tidak terpuji dengan menyanyikan lagu bernada rasisme yang ditujukan kepada pemain belakang sayap Udinese, Armero tahun 2012 lalu.  Aksi rasisme tersebut dilakukan oleh para Juventini pada saat laga antara Juventus dan Udinese berlangsung. Selama 2×45 menit, supporter fanatik Juventus ini terus menyanyikan lagu bernada rasis kepada pemain asal Kolombia tersebut.

Dalam berita yang dilansir dari Emirates247, Selasa 31 Januari 2012, akibat aksi yang dilakukan Juventini, Juventus pun akhirnya dijatuhi denda senilai 10.000 euro atau hampir Rp118 juta. Selain itu Juventus juga harus melakoni satu pertandingan tertutup tanpa dukungan suporter di stadion. Di tahun 2013, Juventini juga melakukan aksi rasisme kepada Mario Balotelli. Akibat aksi tersebut, Si Nyonya Tua (sebutan Juventus) dijatuhi denda sebesar 20.000 euro.

Meski sejumlah regulasi yang mengatur soal rasisme sudah diatur dalam sejumlah kompetisi sepakbola internasional, namun faktanya aksi rasisme masih tetap saja terjadi. Hingga saat ini rasisme pun masih saja menghiasi sepakbola, dan sebagian besar korbanya adalah para pemain berkulit hitam.

Yaya Toure : Lakukan Rasisme, UEFA Bisa Tutup Stadion

Sementara itu, gelandang tengah Manchester City, Yaya Toure yang pernah menjadi korban tindakan rasis suporter CSKA Moscow saat Manchester City bertandang ke Arena Khimki, 2013 lalu, berharap agar UEFA menutup stadion selama beberapa laga, sebagai hukuman atas tindakan rasisme yang dilakukan baik oleh suppoter maupun pemain bola itu sendiri.

Ia menilai perlu ada regulasi dan hukuman yang tegas, agar kejadian serupa kelak tidak terjadi kembali.

This entry was posted on February 11, 2015.

Rumor Kepergian Dua Bintang Juventus, PR Paling Sulit untuk Allegri

Rumor Kepergian Dua Bintang Juventus, PR Paling Sulit untuk Allegri

Kepergian dua bintang Juventus akhir musim ini sudah tercium banyak awak media lokal maupun internasional. Mereka yang mengetahui informasi tersebut belum bisa mengkonfirmasi kebenarannya karena pihak Juventus juga belum mengetahui perihal masa depan kedua punggawanya di musim depan, apakah masih ingin tetap bertahan atau hengkang dari Juventus Stadium. Kedua pemain itu adalah Andrea Pirlo dan Carlos Tevez. Keduanya menjadi pilar penting bagi Si Nyonya Tua yang berhasil meraih dua gelar di musim ini, yaitu Scudetto Serie A dan Coppa Italia. Bahkan, Juve nyaris meraih treble winner jika tidak kalah dengan Barcelona dalam partai final Liga Champions. Namun kenyataannya Juve kalah dan harus menerima dengan lapang dada dua gelar di musim ini. Daftar Sbobet Oleh karena itu, pihak Juve tentu saja akan merasa sangat kehilangan jika Pirlo dan Teves harus hengkang. Pirlo diketahui sebagai jendral lapangan tengah yang banyak menginspirasi rekan-rekannya dalam setiap memenangkan pertandingan krusial. Tidak sedikit aksi dari Pirlo yang akhirnya dikonversikan oleh rekan satu timnya menjadi gol. Sementara itu, Tevez meripakan salah satu bomber yang dimiliki Juventus saat ini. Perannya cukup berarti di musim ini hingga membawa Juve maju ke partai final Liga Champions. Dapat sedikit dimpulkan di sini bahwa Juventus masih membutuhkan Pirlo dan Tevez untuk bermain musim depan.
Pekerjaan rumah untuk Allegri
Sebuah tim yang hebat dan berperforma sudah pasti di dalamnya juga didukung oleh banyak pemain yang berkualitas. Dalam arti, pemain-pemain tersebut memiliki skill individu yang bagus ditambah performanya dalam sebuah tim yang tidak kalah hebatnya. Komposisi tim seperti itu sebenarnya sudah dimiliki oleh Juventus di musim ini. Namun jika ada beberapa punggawanya yang pergi apalagi yang cukup vital perannya, tentu saja akan berpengaruh pada performa satu tim secara keseluruhan. Itulah pekerjaan rumah yang harus dihadapi dan diselesaikan secapatnya oleh Massimiliano Allegri yang merupakan pelatih dari Si Nyonya Tua. Allegri harus mengambil langkah-langkah strategis saat mengetahui rumor terkait kepergian dua bintang Juventus ini. Dengan begitu, Allegri bisa menyambut musim depan dengan tenang dan tanpa masalah yang berarti.
Langkah pertama yang bisa dilakukan oleh Allegri, yaitu memastikan benar tidaknya rumor tersebut. Allegri pun bisa mengkonfirmasi pihak manajemen Juventus dan kedua anak asuhnya tersebut. Jika terbukti tidak benar, Allegri tidak perlu memusingkannya biar dihebohkan sendiri oleh awak media yang memberitakannya. Namun jika terbukti benar, Allegri harus melakukan langkah kedua, yaitu mencari pengganti dari salah satu atau kedua pemain Juve yang ingin hengkang. Bukan pekerjaan mudah untuk melakukannya dikarenakan terlalu sulit mencari pemain yang nantinya untuk menggantikan posisi Tevez. Terlebih Pirlo yang sudah dijadikan ikon dan legenda dari Juventus.
Juventini tidak ingin kehilangan kedua pemainnya
Fans dari klub Juventus yang menyebut dirinya Juventini tidak rela jika Pirlo dan Tevez harus hengkang akhir musim ini. Juventini sangat mendukung mereka untuk tetap bertahan di Juventus Stadium. Para fans sangat loyal untuk selalu mendukung tim kesayangannya tersebut. Oleh karenanya, fans juga menginginkan agar pemain yang ada saat ini juga menunjukkan sikap loyal pada klub yang sudah menjadi tempat mencari penghasilan. Pasalnya, tiap pemain Juve pasti digaji dengan rutin tiap pekan atau bulan. Gaji yang mereka terima tersebut bukan tidak mungkin dari hasil penjualan marchendise Juventus yang dibeli oleh para fans fanatiknya. Jadi, secara tidak langsung fans juga memiliki andil dalam menggaji para pemain Si Nyonya Tua. Juventini tetap tidak ingin melihat kepergian dua bintang Juventus.

Rumor De Gea Menguat untuk Hengkang dari Old Traford

Rumor De Gea Menguat untuk Hengkang dari Old Traford

Rumor De Gea menguat setelah jajaran manajeman Manchester United tidak segera memperpanjang kontraknya hingga saat ini. Judi Online Rumor terkait kepindahannya ke Real Madrid menjadi pemberitaan cukup hangat bagi kalangan pecinta sepak bola Premier League, apalagi para fans Setan Merah. Pasalnya, mereka masih berharap De Gea terus bisa merumput di Old Traford. Namun demikian, beberapa pengamat dan analisis sepak bola Premier League mengatakan sebaliknya. Kemungkinan besar De Gea pada pertengahan tahun ini hengkang dari Old Traford dan segera bergabung dengan Real Madrid. Padahal sebelumnya, rumor tersebut sudah pernah ditepis oleh kedua klub besar ini, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa saja menjadi kenyataan. Apapun hasilnya nanti, De Gea sendiri yang akan menjawabnya karena hingga sekarang mantan kiper timnas U-21 Spanyol tersebut belum juga mau berbicara di hadapan publik.

Kepindahan De Gea tinggal menunggu waktu

Seorang penulis di harian The Sunday People yang bernama Steve Bates memprediksi jika rumor tentang De Gea bisa terwujudkan. Bates berargumen jika yang dialami De Gea tidak jauh berbeda dengan yang menimpa Chriastiano Ronaldo. Pada saat ini pemain yang dijuluki CR7 ini juga dirumorkan seperti yang dialami De Gea saat ini. Pasalnya, kontrak Ronaldo hampir habis yang tidak kunjung diperpanjang oleh manajemen Manchester United. Ditambah pemberitaan dari kubu Madrid yang sangat membutuhkan winger berkelas dunia untuk menggantikan Arjen Roben yang hengkang ke Bayern Munich. Ronaldo dipilih karena performa permainannya di Manchester United yang sangat memukau hingga bisa mengantarkan Setan Merah memenangkan Premier League. Saat itu pelatihnya masih dipegang oleh Sir Alex Furgusson.

Oleh karena itu, Bates sebagai seorang analis senior berpendapat rumor yang mulai dihembuskan pada akhir tahun lalu tersebut bisa menjadi kenyataan. Selain itu, Madrid saat ini sedang membutuhkan seorang kiper muda yang bertalenta tinggi untuk menggantikan Iker Cassilas yang sudah mulai dimakan usia. Secara tidak langsung, performa permainan Cassilas di lapangan hijau menurun. Oleh karena itu, dia tidak selalu diturunkan saat Madrid melakoni pertandingannya.

Kepergian De Gea dari Old Traford masih tanda tanya

Sebelum pihak MU atau Dea Gea sendiri yang berbicara di depan publik untuk mengomentari dan mengkonfirmasi perihal kepindahannya ke Real Madrid, pemberitaan ini masih dianggap simpang siur. Oleh karena itu, rumor De Gea mencuat di tengah belum diperpanjangnya kontrak oleh Setan Merah. Namun demikian, nasib dan masa depan De Gea ada di tangannya sendiri, bukan orang lain, bukan analis sepak bola, bukan pelatih MU, apalagi seorang agen pemain. Hal itu dikarenakan seorang pemain sepak bola profesional harus memiliki planing atau perencanaan yang matang masa depannya sendiri. Mereka bermain sepak bola karena sudah menjadi profesinya dan untuk mencukupi nafkah hidupnya sehari-hari.

Berbicara tentang agen pemain, beberapa di antaranya juga berkomentar terkait nasib De Gea di Old Traford. Ada yang berpendapat jika Manchester United masih mengontraknya kembali, De Gea mungkin bisa memiliki nilai kontrak yang tinggi, tetapi jangka waktunya pendek, misalnya Cuma satu musim saja. Namun jika MU tidak mengontraknya dan kepergiannya ke Real Madrid menjadi kenyataan, De Gea tidak perlu khawatir. Pasalnya, klub besar sekelas Madrid pasti akan menggaji pemain sepak bola seperti De Gea dengan nilai yang fantastis. Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari rumor De Gea mencuat.

5 Pemain Kelas Dunia yang Hampir di Dapatkan Arsene Wenger

5 Pemain Kelas Dunia yang Hampir di Dapatkan Arsene Wenger

5 Pemain Kelas Dunia yang Hampir di Dapatkan Arsene Wenger

Pada 10 tahun ke belakang, nampaknya prestasi Arsenal berama Arsene Wenger sangatlah mengecewakan, diaman sejak meraih gelar piala FA pada tahun 2006 lalu hampir 10 tahun Arsenal  masih belum mampu meraih satu gelar pun. Meskipun pada tahun 2014 lalu Arsenal berhasil mengakhiri puasa gelar, namun nampaknya hal tersebut sama sekali bukanlah hal yang membanggakan bagi tim sebesar Arsenal. Dengan prestasi yang mengecewakan tersebut, jelas nama Arsene Wenger sangat bertanggung jawab atas prestasi jelek Arsenal saat ini.  selain itu banyak yang mempertanyakan bahwa Arsene Wenger saat ini tidak memiliki taktik dan strategi sebaik pelatih lain semacam Guardiola maupun Jose Mourinho.  Meskipun semua anggapan tersebut tidak semuanya salah, namun hal yang harus diperhatikan bagi semua penggemar Arsenal di dunia adalah kejelian seorang  Arsene Wenger dalam mencari bibit muda yang berbakat. Mungkin kita sudah sering mengal nama besar yang berhasil di didik Arsene Wenger seperti Cecs Fabregas, Thierry Hendry ataupun Robin Van Persie. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya pada masa lalu  dengan kemampuan Arsene Wenger yang satu ini membuat Arsenal nyaris mendatangkan nama-nama besar alam sepak bola saat ini sewaktu masih belia. Nah, berikut adalah ulasannya. judi bola indonesia

Lionel Messi

Salah satu pemain besar yang hampir direkrut oleh Arsene Wenger adalah nama pemain mungil peraih Ballon D’Or 4 kali secara berturut-turut. Ya, siapa lagi kalau bukan nama Lionel Messi.  Kehebatan seorang Lionel Messi sebelum setenar saat ini, kemampuan Lionel Messi sebenarnya telah tercium sejak Lionel Messi masih berusia sangat muda yaitu pada saat 16 tahun.  Arsene Wenger pada saat itu menginginkan nama Fabregas dan Lionel Messi dalam transfer tersebut, namun karena  permasalahan izin kerja, membuat transfer Lionel Messi saat itu gagal dilaksanakan.

Zlatan Ibarhimovic

Pada saat Zlatan Ibrahimovic masih berada di Ajak Amsterdam dan masih belum setenar  saat ini, Arsene Wenger sebenarnya telah berencana mendatangkan pemain raksasa tersebut. bahkan pada saat itu, Arsene Wenger telah menyiapkan seragam nomor 9 bagai Ibra. Namun,  pada saat itu Arsene Wenger tidak langsung memberikan kontrak bagi striker Swedia tersebut, melainkan mengharuskan Ibrahimovic muda harus melaliu trial terlebih dahulu. Ibra Muda yang memang terkenal memiliki rasa ego yang tinggi menganggapnya hal tersebut telah meragukan kemampuannya. Oleh karenanya, baik Arsenal maupun Ibrahimovic enggan untuk melanjutkan kerja samanya.

Cristiano Ronaldo

Sebelum mempunyai nama besar di Manchester United, Cristiano Ronaldo sebenarnya telah menarik minat sang Profesor untuk meminangnya. Ya, kemampuan dan kehebatan Cristiano Ronaldo muda saat itu telah tercium oleh  Arsene Wenger. Namun Sir Alex Ferguson kemudian ikut datang dengan tawaran yang lebih besar, oleh karenanya agen dari Cristiano Ronaldo saat ituCarlos Queiroz lebih memilih memberikan Cristiano Ronaldo ke Manchester United saat itu.

Gareth Bale

Kecepatan dan kehebatan seorang  Gareth Bale saat ini jelas tidak ada yang meragukan lagi. Ya, pemain yang kerap disebut sebagai pemain termahal saat ini pada masih muda pernah diminati Arsenal. bahkan pada waktu itu, Arsene Wenger sempat  mengirimkan scout kepercayaannya untuk memantau Gareth Bale. Namun pada saat itu Gareth Bale yang masih di Southamton memiliki posisi sebagai seorang bek kiri. Sedangkan pada saat itu bek kiri Arsenal telah diisi oleh Gael Clicy dan Kieren Gibbs, sehingga Arsene Wenger lebih memilih pemain Southampton lainnya yang juga memiliki kecepatan super, Theo Walcott yang berposisi sebagai penyerang sayap. Namun ketika di Totenham ternyata Gareth Bale memiliki kemampuan ofensif yang sangat tinggi yang jelas membuat Arsene Wenger merasa menyesal.